Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA) menerbitkan siaran pers berjudul “Politik Anti-Sains Rezim: Ketika Kekuasaan Menundukkan Pengetahuan”. Siaran pers ini menyoroti pentingnya menjaga kebebasan akademik, independensi pengetahuan, serta penggunaan data dan bukti ilmiah dalam proses pengambilan kebijakan publik.

Dalam dokumen tersebut, KIKA merespons pernyataan Presiden Republik Indonesia dalam sebuah forum politik dan mengaitkannya dengan persoalan yang lebih luas mengenai relasi antara kekuasaan, kepakaran, kritik ilmiah, dan kebebasan akademik. KIKA menekankan bahwa kritik berbasis data dan metodologi merupakan bagian penting dari mekanisme pengawasan dan peningkatan kualitas kebijakan publik.

Siaran pers ini juga mengangkat sejumlah isu kebijakan publik, antara lain pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta keterlibatan aparat dalam konflik agraria. Keseluruhannya ditempatkan dalam perspektif pentingnya pengambilan keputusan yang berbasis data, penelitian, evaluasi, dan keterbukaan terhadap kritik.
Melalui publikasi ini, KIKA menyerukan kepada pemerintah, perguruan tinggi, komunitas ilmiah, masyarakat sipil, dan media untuk bersama-sama menjaga ruang produksi pengetahuan yang independen serta memastikan kritik ilmiah tetap dapat disampaikan dan diuji melalui mekanisme akademik yang terbuka.

Dokumen lengkap siaran pers dapat dibaca melalui lampiran berikut

Leave a Comment