Policy Brief “Transmigrasi Lokal” Rempang Eco-City dan Koreksi atas Pendekatan Pembangunan Nasional

Proyek Rempang Eco-City menimbulkan lima masalah utama: invisibilitas hukum masyarakat Melayu/tempatan, eufemisme relokasi menjadi transmigrasi lokal, minimnya partisipasi publik (tanpa FPIC), ancaman sosial-ekologis, serta potensi korupsi sumber daya alam.Langkah strategis yang disarankan, mencakup: (1) Lakukan evaluasi proyek Rempang Eco-City, termasuk audit legalitas dan dampak sosial-ekologis, dengan melibatkan lembaga independen; (2) Hentikan penggunaan istilah eufemistik seperti…

Read More